Hari
Rabu (25/12) dan Kamis (26/12) kemarin, aku dan keluarga besar berlibur bersama
ke Cianjur. Tepatnya masih di sekitar Kabupaten Cisarua, Puncak. Liburan ini
memang sudah di rencanakan jauh-jauh hari. Kebetulan juga saudaraku ada yang
merayakan Natal. Sudah menjadi kebiasaan tiap tahun kami selalu berpartisipasi
memeriahkan acara. Di sana, kami menginap di villa Zeid Riyal, Desa Batu
Layang, Kabupaten Cisarua, Puncak.
Villa
Zeid Riyal....
Rombongan
aku dan keluarga besar berangkat pagi-pagi sekali dari rumah. Setelah subuh
kami mulai meninggalkan rumah. Kami sengaja berangkat pagi supaya terhindar
dari macet dan tutup jalur (di daerah Puncak biasanya diberlakukan sistem buka
tutup jalan). Perjalanan dari rumahku ke villa menghabiskan waktu kurang lebih
satu setengah jam. Kami berangkat dari rumah pukul 05.30 dan sampai di villa
sekitar pukul 07.00. Alhamdulillah kami tidak terkena macet. Walaupun kondisi
jalan sempat padat merayap.
Setelah
cukup lama mencari lokasi villa yang cukup terpencil. Akhirnya, kami
sampai di tempat tujuan. Sesampainya disana, suasana villa masih sepi. Rupanya
saudara-saudaraku yang lain belum sampai. Baru ada dua rombongan yang touchdown di villa, yaitu rombongan
keluargaku dan keluarga Om Ogi. Setelah mendapatkan kunci villa dari penjaga
villa, kami segera masuk ke dalam villa. Perasaan antusias sangat aku rasakan
saat memasuki villa. Jujur, villa dan suasana di sekitarnya LUAR
BIASA BANGET! KEREN! Maaf ya kalau sedikit lebay. Tapi, memang keren banget kok.
Gak pake bohong deh.
Villa
Zeid Riyal Tampak Depan
Setelah
menurunkan barang-barang dari mobil, aku langsung menikmati suasana villa.
Dingin dan sejuk. Itulah yang aku rasakan. Oh iya, villa ini gak hanya
menyediakan sebatas kamar dan ruangan untuk santai saja. Tapi ada fasilitas
lain yang gak kalah bagus. Ada kolam renang, taman bermain untuk anak-anak,
musholla, dan lapangan olahraga. Bangunan villa ini juga gak biasa. Ya, villa
dengan dua lantai ini dibangun menyerupai rumah panggung yang hampir seluruh
dinding dan lantainya terbuat dari kayu. Hayooo bisa dibayangkan kan kayak apa
kerennya. Hehehe.
Setelah
menunggu cukup lama, satu per satu rombongan keluargaku datang. Mulai dari
rombongan keluarga Mbak Meilda, lalu disusul dengan rombongan Tante Wie,
rombongan Tante Isma, rombongan Tante Merry, rombongan Om Aji & Om Onu, lalu
rombongan Mbak Puri, rombongan Mas Teguh & Mas Bowo, sampai rombongan
terakhir, yaitu rombongan Bude Ade dan Mbak Ajeng. Oh iya, masih ada satu
rombongan lagi, yaitu rombongan Mbak Anthie. Tapi, mereka sore hari baru
berangkat menuju villa. Katanya, ada acara dulu di Senayan, Jakarta. Banyak
juga, ya. Namanya juga keluarga besar. Hehehe.
Setelah
semua membereskan barang-barang bawaan ke dalam kamar (yang telah ditentukan)
masing-masing, kami berkumpul di ruang tengah/ruang keluarga (di lantai satu). Sekitar
pukul 14.00 (setelah solat dan makan siang) acara inti pun dimulai. Sebelum
menuju ke acara games, ada sambutan
(pembukaan acara) dahulu, yang dibawakan oleh Mas Dola. Lalu acara games
gokil pertama pun dimulai. Kami bermain Indonesia Pintar Eat Bulaga. Tahu, kan? Ituloh permainan
tebak-tebakan yang lagi booming banget. Demi apapun, ini lebih kocak daripada
yang ada di televisi. Ditambah gak hanya anak-anak mudanya saja yang bermain.
Namun, orang dewasa (Bude, Pakde, Tante, dan Om) pun ikut main. Lucu banget
liat ekspresi mereka saat berusaha menebak atau pun saat memberikan kata-kata YA, TIDAK, dan BISA JADI. Aku pun menjadi peserta lomba berpasangan dengan Mas
Anggar. Acara pertama pun selesai. Lalu dilanjut dengan games kedua.
Games kedua, yaitu permainan
bicara cepat tepat. Jadi tiap peserta lomba di kelompokkan menjadi beberapa
grup. Masing-masing grup terdiri dari 3-4 orang dan memiliki kata unik yang
berbeda (masing-masing grup). Contoh kata-katanya seperti 1 biru, 2 biru, dan seterusnya sampai 10 biru. Dan kata-kata itu harus diucapkan secara cepat dan tepat.
Aku termasuk ke dalam grup dua. Aku sekelompok dengan Dendy dan Dinta,
sepupu-sepupuku. Kata cepat tepat yang harus kami ucapkan adalah Satu Sate Tujuh Tusuk sebanyak sepuluh
kali. Susah, kan? Awalnya memang susah banget tapi akhirnya aku bisa juga ngucapin kata-kata itu. Walaupun gak
terlalu lancar. Hehehe. Selain kata-kata itu, ada kata-kata lain seperti Kecoak Kuaci Cakwe yang juga diucapkan
sepuluh kali. Lalu ada juga Kepala
Digaruk Kelapa Diparut. Rata-rata karena semua bicaranya terlalu cepat jadi
terbalik pengucapannya. Lucu banget loh. Apalagi ada saudaraku yang cadel juga.
Hahaha.
Sekitar
pukul 16.00 acara break sebentar
untuk solat dan bersih-bersih diri (mandi). Karena hujan sudah reda, gak
sedikit juga ada yang berenang. Sementara para ibu (Bude, Tante, Mbak, dan
sepupu-sepupu lainnya) kumpul di gazebo dekat kolam renang. Sumpaaaaaaaaaaah.
Ini seru banget! Sekitar pukul 19.00 acara games
selanjutnya dimulai. Games selanjutnya
ini khusus untuk para pasutri alias
pasangan suami istri. Aku jelas saja bukan peserta dari games ini. Ya iyalah jombs. Hahaha. Mulai dari Mas Agung dan
Mbak Echa yang baru married sampe pasangan Bude Sri sama Pakde Toyo yang
bisa dibilang paling sepuh (usia pernikahannya). Hehehe. Permainannya mudah.
Para suami dan istri ditempatkan di tempat yang berbeda. Lalu diberikan sepuluh
pertanyaan yang harus dijawab bersamaan, kayak hobi, makanan kesukaan, nomor
sepatu, ukuran baju, dan sebagainya.
Awalnya
sih mungkin gampang, tapiiiiiii setelah di cek jawabannya satu sama lain,
banyak yang beda juga ternyata. Ayah dan Ibuku hanya betul enam dari sepuluh pertanyaan.
Hemmm, ya lumayan lah. Hehehe. Suasana saat itu makin ramai terutama saat
pembacaan jawaban oleh anak-anak mudanya (aku dan sepupu-sepupuku). Ada yang
jawabannya ngelantur tapi gak sedikit
juga yang jawabannya cocok. Semua tertawa lepas saat mendengar jawaban yang gak
cocok. Suasana villa pun makin malam malah makin rame. Hahaha.
Oh
iya, sebelum pelaksanaan permainan pasutri,
ada acara tiup lilin sejenak dulu nih. Karena lumayan banyak yang berulang-tahun
di bulan Desember, jadi diselipkan juga acara kecil ini. Ada Dhanes yang ulang
tahun tanggal 21 Desember. Lalu ada Tante Merry-Om Ahmad dan Bude Anna-Pakde
Sar yang wedding annive tanggal 14
Desember. Disusul Mbak Anthie-Mas Sunu tanggal 17 Desember. Dan terakhir, Ayah
dan Ibu tanggal 18 Desember. Banyak juga, ya. Hehehe.
Setelah
permainan pasutri selesai, acara selanjutnya yaitu acara makan
malam dan acara bebas/santai. Selama disana, porsi makan aku kayaknya mulai
kalap. Buanyaaaaak banget makanan disana. Gak berhenti ngunyah. Duh kok jadi curhat pribadi, ya? Maaf. Maaf. Oke, tengah
malam sudah mulai tumbang. Tapi, ada yang masih asik karaokean (Om Ogi, Tante
Isma, Bude Anna, dan Ayah). Ada yang sibuk pesta barbeque-an di gazebo dekat kolam renang (Mas Hans, Mas Bowo, Mas
Teguh, Dendy, Rama, Luki, Mas Dola, Mas Dyas, dan sebagainya yang kebanyakan
anak-anak cowok). Kalau aku sih nimbrung bantuin makan yang barbeque-an sebentar terus masuk ke
kamar deh. Tumbang juga akhirnya.
Keesokan
harinya, aku sibuk ngebantuin para Bude dan Tante nyiapin makanan untuk sarapan. Bolak-balik dari dapur ke gazebo
dekat kolam renang. Ya, rencananya memang sarapan di gazebo. Tapi, sebelum
sarapan, ada acara yang gak kalah seru, yaitu senam gokil! Hahaha. Senam
aerobik gitu sih sebenarnya. Tapi, untuk aku sih lebih ke senam gokil. Soalnya lebih
banyak gerakan lucunya daripada gerakan yang benar-benar senam. Hehehe. Tante
Isma menjadi instruktur senam kami. Sebelum senam, kami sempat mengambil foto
bersama dulu. Oh, iya supaya tambah terlihat kompak, aku dan keluarga besar mengenakan
kaos yang seragam loh. Yang perempuan kaos warna merah. Sedangkan, para
laki-laki kaos warna hitam. Untuk anak-anak di bawah sepuluh tahun mengenakan
kaos warna putih.
Setelah
selesai senam dan sarapan, ada acara games
(lagi). Ya, kali ini permainan bakiak. Awalnya sih ini permainan yang wajib
diikuti para pasutri. Tapi anak-anak
muda juga boleh ikutan. Aku pun juga mencoba permainan ini. Walaupun kalah dan kaki
terluka sih. Hiks. Setelah itu, ada permainan khusus untuk para anak kecil
dibawah sepuluh tahun dan balita. Permainan Kumpul
Bola Kumpul Bocah. Permainan ini dilaksanakan di kolam renang. Sistem permainannya,
memindahkan/mengambil bola yang ada di kolam renang ke pinggir kolam renang
secara cepat. Lucu banget liat tingkah laku keponakan dan sepupuku. Semuanya
sangat bersemangat mengambil dan memindahkan bola.
Setelah
semua permainan selesai, kami pun siap-siap untuk pulang ke rumah. Semuanya
saling berkemas barang-barang bawaan pribadi. Sebelum berkemas, ada pembagian
hadiah untuk para pemenang lomba. Selain itu, ada pembagian hadiah natal juga
(tradisi tiap tahun keluarga Mbak Ajeng kalau natal). Sebenarnya masih kurang
banget liburan disana. Hiks. Masih mau kumpul beberapa hari lagi disana. Tapi
apa daya......... #lebay. Sekitar pukul 14.00 (setelah zuhur dan makan siang),
kami kembali ke rumah masing-masing. Satu per satu rombongan keluarga
berpamitan pulang.
Hemmmmm.
Makasih untuk semuanya, dear Pakebon. Makasih untuk Mbak Ajeng dan Om Ruby yang
udah rela jadi pembawa acara selama lomba-lomba berlangsung. Makasih untuk
Tante Wie yang udah mau survey villa ditengah banyaknya pasien yang harus Tante
tangani..... #iniapa. Makasih untuk Bude, Pakde, Tante, Om, Mbak, Mas, Sepupu, dan
Keponakan yang udah meramaikan acara gathering
ini. Thanks
a lot for a fabulous two days-nya!














selamat siang
BalasHapusmasih simpen kotak villa ini tidak?