Manusia itu dilahirkan
memang untuk menghadapi suatu permasalahan. Allah memang Maha Adil. Tidak hanya
kebahagiaan yang Dia berikan untuk mereka. Namun, ada saatnya mereka harus
merasakan kesedihan. Sebenarnya, Allah memang memiliki banyak kejutan dalam
mengatur hidup manusia. Ada kejutan yang bisa diterima dan tidak oleh mereka.
Sebagian dari mereka ada yang menganggap kejutan itu sebagai suatu permasalahan
atau benalu. Misalnya, ada yang harus kehilangan orang yang disayangi. Ada pula
yang gagal mendapatkan impian atau kesuksesan. Dan ada yang keinginannya tidak
sesuai dengan kenyataan.
Mengeluh. Pasti hanya itu
yang bisa dilakukan mereka. Ada yang masih mengingat-Nya dengan terus berdoa
dan berharap. Namun, tidak sedikit pula yang marah dan khilaf meninggalkan-Nya.
Miris, bukan? Sayang sekali. Tetapi memang seperti itu kenyataannya. Disaat
seperti inilah Allah menguji kedewasaan manusia. Dia hanya ingin tahu, sudah
sejauh mana kesabaran manusia dalam menanggapi kejutan-Nya. Hebat, bagi mereka
yang masih bisa berdiri tegak dan tertawa. Dan payah bagi mereka yang masih
menangisi serta meratapi nasibnya tanpa ada usaha untuk melakukan perubahan.
Kini, saya pun sedang
melewati tahap itu. Saya sedang dihadapkan pada suatu pilihan yang tergolong sulit.
Pilihan yang nantinya akan menentukan masa depan saya. Saya tidak ingin
dibilang sok tahu atau sok suci karena saya bukanlah seorang malaikat. Saya pun
hanya manusia biasa yang tidak lepas dari rasa mengeluh menghadapi permasalahan
dalam hidup. Tetapi, hebatnya saya adalah saya tidak pernah melupakan-Nya dan selalu
berusaha untuk berani menghadapi benalu-benalu itu. Dan saya berharap, diluar
sana masih banyak manusia-manusia yang siap bertemu kejutan-kejutan dari Allah.
Someone
said, that we should be able to face the problems in our life and catch our
dream with our own hand. Just as simple as that.

