Sabtu, 01 Agustus 2015

Hai, Agustus!

Agustus,
Bolehkah aku bercerita denganmu?
Hmm aku anggap jawabannya iya.
Tentu kau sudah dengar dari Juli tentang hari-hariku.
Lebih tepatnya hari-hariku bersamanya.

Agustus,
Tahukah kamu tentang makna cinta?
Hmm maksudku... cinta dalam diam?
Mungkin kau akan bertanya mengapa aku menanyakan hal itu padamu.
Jawabannya adalah karena saat ini ia sedang menguasai hatiku.
Ia yang aku cintai dalam diamku.
Ia yang aku sayangi dalam doaku.
Dan ia yang aku harapkan dalam anganku.

Agustus,
Aku harap kau tidak tertawa dengan kalimat terakhir yang ku tulis.
Cukup Juli saja yang menertawakanku tentang hal itu.
Jujur aku bingung dengan perasaanku.
Aku mulai merindukan hal yang jelas-jelas bukan milikku.
Aku mulai mengharapkan hal yang jelas-jelas belum pasti untukku.
Tetapi memang seperti itulah kenyataannya.
Menyedihkan, bukan? Ya aku tahu.

Agustus,
Aku tidak mengharapkan jawaban darimu secepatnya.
Karena dasarnya aku hanya sedang bercerita padamu.
Urusanku dengan cinta dalam diamku itu biar aku yang atasi.
Tugasmu hanya yakinkanku dalam segala hal yang akan aku hadapi.
Dan jadilah teman terbaikku selama tiga puluh satu hari yang kau miliki.


“Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”
-Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin.


“Tak peduli seberapa membahagiakan atau menyedihkan, hidup harus terus berlanjut. Waktulah yang selalu menepati janji dan berbaik hati mengobati segalanya.”
-Tere Liye, Sunset Bersama Rosie.

Sabtu, 02 Mei 2015

The Reason of Loneliness.

Loneliness can be happened
When you really love someone,
But you’re broken, maybe.

Loneliness can be happened
When you really believe someone,
But you’re lied, maybe.

The most important that we have to know is;

Loneliness is a freedom
You can do anything even crazy things,
Because nobody cares what do you do.

Loneliness is not always bad
Once you know how peaceful it is,
You don't want to deal with people.

Minggu, 26 April 2015

Janji-Nya

Manusia : Tuhan, aku ingin bertanya kepadaMu, bolehkah?

Tuhan : Tentu saja boleh, apa yang ingin kau tanyakan padaku?

Manusia : Kau tentu tahu bahwa belakangan ini aku sedang dekat dengan seorang lelaki dan Kau tentu tahu bahwa lelaki itu adalah orang yang sangat aku cintai, lalu mengapa Kau jauhkan kami?

Tuhan : Aku sangat tahu seberapa besar perasaanmu terhadapnya, aku menjauhkanmu dengannya karena alasanku sederhana, aku hanya ingin yang terbaik untukmu.

Manusia : Bagiku bisa hidup bersamanya adalah hal yang terbaik untukku. Aku yakin aku akan bahagia bersamanya, Tuhan.

Tuhan : Apakah kau yakin dengan pernyataanmu itu?

Manusia : MaksudMu?

Tuhan : Sekarang aku ingin bertanya padamu, seberapa sering dia membuatmu menangis? Seberapa sering dia tidak mempedulikanmu? Seberapa sering dia bergonta-ganti pasangan? Seberapa sering dia memperkenalkan kekasih barunya kepadamu?

Manusia : Tetapi aku mencintainya, Tuhan,...

Tuhan : Apakah kau yakin akan mampu menjalani kehidupanmu dengannya dan bertahan hidup dengan lelaki yang tidak menempatkanmu di hatinya?

Manusia : Tetapi cinta dapat tumbuh seiring berjalannya waktu...

Tuhan : Apakah kau ingin diperlakukan seperti sebuah penutup luka olehnya, yang hanya dibutuhkan ketika lelaki itu terluka lalu dapat dibuang begitu saja ketika lukanya pulih? Lelaki seperti itukah yang kau inginkan untuk menjadi imam kehidupanmu kelak?

Manusia : ....lalu apa yang harus aku lakukan, Tuhan?

Tuhan : Teruslah perbaiki dirimu. Sesungguhnya dirimu adalah gambaran nyata jodoh yang akan mendampingimu kelak. Hambaku yang baik akan mendapatkan hambaku yang baik pula. Percayalah pada janjiku bahwa aku tidak akan pernah memberimu cinta yang salah.

Jumat, 06 Februari 2015

Salahkah?

Sudah lama aku mencintainya. Memendam perasaan ini hanya sendiri. Berjuang menyembunyikan luka yang begitu besar menyayat hati ini hanya sendiri.

Aku sangat yakin, jika dia mengetahui perasaanku. Sejak kedekatan itu, telah banyak sikap yang dia tunjukkan kepadaku bahwa dia pun memiliki perasaan yang sama denganku.

Dulu, aku merasa dunia hanya milik aku dan dia. Derasnya hujan, terasa manis jika aku melaluinya dengan dia. Teriknya matahari, terasa teduh jika aku menghabiskan waktuku dengan dia.

Hingga saat itu tiba. Dia menjauhiku. Menghapuskan semua harapan yang telah aku gantungkan kepadanya. Menghilangkan semua kenangan manis yang telah aku lalui bersamanya. Hanya sekejap, dia menghancurkan semuanya.

Aku sangat marah. Kecewa dengan semua sikapnya. Aku merasa menjadi perempuan yang paling bodoh saat itu. Aku merasa telah keliru mencintai seseorang. Entah merasa tertipu atau ditipu.

Akhirnya aku mengetahui alasan dia menjauhiku. Dia menjauhiku karena baginya aku terlalu sempurna. Hal ini terdengar begitu konyol bukan? Aku pun hanya bisa tertawa lirih mendengar alasan itu.

Selang beberapa waktu. Aku melihat dia bersama dengan temanku. Mereka mengatakan bahwa tidak ada ikatan diantara mereka. Tetapi, sikap keduanya cukup memberikan isyarat bahwa ada cinta diantara mereka. Sakit saat aku melihat kedekatan mereka dan hatiku berkata “...dulu aku pernah berada disampingmu seperti dia.”

Waktu pun bergulir. Mulutku selalu berkata bahwa aku telah melupakannya. Tetapi tidak dengan hatiku. Jauh di dalam lubuk hatiku, luka itu masih ada. Dia masih ada. Seolah terbelenggu di dalam hatiku.


Banyak hal yang tidak aku mengerti; mengapa anggapan “...dia terlalu sempurna untukku” menjadi alasan seseorang untuk menyakiti orang lain? Bukankah tidak ada manusia yang dilahirkan sempurna? Lalu mengapa kelebihan yang dimiliki seseorang disalah artikan sebagai sebuah kesempurnaan? Salahkah jika orang yang memiliki sebuah kelebihan juga ingin merasakan kebahagiaan? Salahkah jika aku yang dia anggap terlalu sempurna ini mencintainya? Atau alasan yang pernah dia ucapkan dulu hanyalah omong kosong belaka? Entah. Aku hanya tertawa jika mengingat itu semua.