Manusia : Tuhan, aku ingin bertanya
kepadaMu, bolehkah?
Tuhan : Tentu saja boleh, apa yang ingin kau tanyakan padaku?
Manusia : Kau tentu tahu bahwa belakangan ini aku sedang dekat dengan seorang lelaki dan Kau tentu tahu bahwa lelaki itu adalah orang yang sangat aku cintai, lalu mengapa Kau jauhkan kami?
Tuhan : Aku sangat tahu seberapa besar perasaanmu terhadapnya, aku menjauhkanmu dengannya karena alasanku sederhana, aku hanya ingin yang terbaik untukmu.
Manusia : Bagiku bisa hidup bersamanya adalah hal yang terbaik untukku. Aku yakin aku akan bahagia bersamanya, Tuhan.
Tuhan : Apakah kau yakin dengan pernyataanmu itu?
Manusia : MaksudMu?
Tuhan : Sekarang aku ingin bertanya padamu, seberapa sering dia membuatmu menangis? Seberapa sering dia tidak mempedulikanmu? Seberapa sering dia bergonta-ganti pasangan? Seberapa sering dia memperkenalkan kekasih barunya kepadamu?
Manusia : Tetapi aku mencintainya, Tuhan,...
Tuhan : Apakah kau yakin akan mampu menjalani kehidupanmu dengannya dan bertahan hidup dengan lelaki yang tidak menempatkanmu di hatinya?
Manusia : Tetapi cinta dapat tumbuh seiring berjalannya waktu...
Tuhan : Apakah kau ingin diperlakukan seperti sebuah penutup luka olehnya, yang hanya dibutuhkan ketika lelaki itu terluka lalu dapat dibuang begitu saja ketika lukanya pulih? Lelaki seperti itukah yang kau inginkan untuk menjadi imam kehidupanmu kelak?
Manusia : ....lalu apa yang harus aku lakukan, Tuhan?
Tuhan : Teruslah perbaiki dirimu. Sesungguhnya dirimu adalah gambaran nyata jodoh yang akan mendampingimu kelak. Hambaku yang baik akan mendapatkan hambaku yang baik pula. Percayalah pada janjiku bahwa aku tidak akan pernah memberimu cinta yang salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar