Minggu, 20 Januari 2013

Cerita Tentangku


Selasa (pon) - 23 April 1996...

Hari itu, Allah SWT kembali mengizinkan seorang bayi mungil lahir ke dunia. Tepat pada pukul 12.00 WIB, suara tangisan seorang bayi seketika menghilangkan kekhawatiran sebuah keluarga yang dari tadi sedang menunggu dengan was-was. Kebahagiaan yang mereka tunggu selama 9 bulan 10 hari telah lahir dengan selamat melalui persalinan normal. RS. Islam Jakarta pun yang pada siang itu sepi, seketika menjadi sangat spesial dengan hadirnya bayi mungil itu. Bayi mungil yang berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2,6 kg dan panjang badan 48 cm itu diberi nama Khansa Zera Putritama.
Inilah awal kehidupanku di dunia. Dan ini pula halaman pertama dalam buku catatan kehidupanku di dunia. Cerita tentang kehidupanku pun dimulai..

Khansa Zera Putritama....

Itulah namaku. Mungkin bagi sebagian orang, namaku itu sama seperti nama-nama pada umumnya. Tidak spesial dan bahkan saat ini sudah banyak yang menggunakan nama seperti itu. Namun, sebenarnya aku sangat beruntung memiliki nama seindah itu. Mau tau kenapa??? Itu karena kata orang tuaku, namaku itu memiliki arti yang luar biasa.

Khansa          : wanita pejuang muslim
Zera                : gabungan dari nama orang tuaku
Putritama       : putri pertama

Menurutku nama ini bukan hanya luar biasa tetapi sekaligus doa untukku. Semoga saja aku bisa mewujudkan harapan dari orang tuaku melalui nama itu hihihi.

2000 - TK Islam Al-Hasanah II...

Sekolah inilah yang menjadi saksi bisu awal perjuanganku. Melalui bantuan dari para guru di taman kanak-kanak inilah, aku bisa belajar membaca dan menulis. Mereka selalu sabar dan telaten dalam mendidikku. Bu May dan Bu Eulis adalah sebagian guru yang masih ku ingat sampai sekarang. Mereka sudah aku anggap sebagai orang tua keduaku selain orang tua kandungku di rumah. Disini pula aku mulai mengenal dunia luar dan belajar bersosialisasi. Aku mengenal apa itu cara belajar, cara berkomunikasi dengan orang lain (selain orang tua dan adikku), sampai cara berteman yang baik dengan teman-teman sebaya.
Aku punya 3 teman dekat saat itu. Mereka adalah V, W, dan R. Kami duduk bersama selama belajar di sekolah. Kami selalu bermain dan belajar bersama. Namun, ada salah satu diantara kami (V) yang selalu “mengatur” kami. Jujur, aku sangat tidak suka dengan cara dia memperlakukanku dan teman-teman yang lain seperti itu. Pertengkaran kecil pun pernah terjadi diantara kami. Namun, permasalahan itu bisa diatasi. Dua tahun, aku merasakan duduk di taman kanak-kanak ini. Sekitar tahun 2002, aku melanjutkan ke sekolah dasar.

2002 – SDN Citeureup 02...

Aku masuk ke sekolah yang lebih tinggi tingkatannya. Sekolah Dasar. Di sekolah ini, aku masuk di kelas IA. Tidak jauh berbeda seperti saat masuk TK dahulu, aku pun mulai mengenal hal baru. Pertama, aku mulai dibiasakan untuk mandiri, yaitu tidak diantar jemput oleh orang tuaku. Ya, saat SD aku mulai menggunakan jemputan sekolah. Dan kedua, aku mengenal teman-teman baru yang saat itu rumahnya banyak yang jauh dari rumahku.
Puncak dari masa-masa sekolah dasarku adalah saat aku duduk di kelas 6 SD. Saat itu, sudah bisa dikatakan kalau aku sudah mulai mengalami pubertas. Aku pun mulai merasa suka sama lawan jenisku. Sebut saja dia V. Sebenarnya, aku mengenal dia sudah lama. Namun, rasa suka itu baru muncul saat aku kelas 6. Bisa dikatakan kalau rasa sukaku saat itu seperti cinta monyet  bahkan cinta anak monyet  hehehe. Mungkin bagi sebagian orang ini lucu bahkan konyol, karena seorang anak perempuan kelas 6 SD berumur 12 tahun, sudah mulai mengenal “suka-sukaan”. Namun, inilah yang aku rasakan.
Aku dan dia pun menjadi teman dekat. Kami bahkan duduk sebangku. Tapi, namanya juga masih SD ya cuma sebatas pertemanan seperti biasa. Belajar, bermain, dan bercanda bareng. Namun, pertemanan kami sempat hampir berakhir karena kami akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Banyak hal yang aku dan teman-temanku lalui di sekolah ini. Akhirnya, tahun 2008 pun aku lulus dari sekolah dasar.

2008 – SMPN 1 Cibinong...

Setelah berkutat dengan UASBN (Ujian Nasional tingkat SD saat itu), akhirnya aku bisa juga menggunakan seragam putih biru. Aku sangat excited menyambut hari itu. Hari dimana aku mulai belajar menjadi lebih dewasa. Dari dulu, aku memang sudah bercita-cita untuk bersekolah di sekolah ini. Dan alhamdulillah, Allah mengabulkannya. Setelah semua persyaratan pendaftaran ulang telah rampung, aku pun mengikuti kegiatan MOPD terlebih dahulu.
Aku mengikuti kegiatan MOPD selama 3 hari. Selama itu pula, jumlah teman-teman baruku bertambah. M adalah teman yang pertama kali ku kenal di SMP. Aku dan dia pun saat itu berada dalam satu gugus yang sama, gugus sembilan. Di gugus itu pula, aku mulai mengenal para kakak kelas. Aku sangat menikmati masa masa MOPD itu.
Setelah selesai mengikuti kegiatan MOPD, aku pun duduk di kelas 7-2. Suasana disana lumayan asik dan nyaman. Namun, ada satu hal yang mengganjalku. Aku mempunyai seorang teman, sebut saja dia I. Dia sebenarnya baik, namun ada beberapa sifatnya (yang tidak bisa aku sebutkan) yang membuatku kadang-kadang jengkel. Namun, dia tetap pernah menjadi teman terbaikku. Setahun berlalu dan aku naik ke kelas 8, dan duduk di kelas 8-1. Aku beruntung karena bisa mendapat kesempatan untuk masuk ke kelas ini. Kelas ini adalah satu-satunya kelas unggulan di sekolahku (untuk satu angkatanku saja).
Entah kenapa, aku lebih merasa nyaman berada di kelas ini. Mungkin karena suasananya yang sangat friendly terutama dari orang-orangnya. Aku bisa langsung akrab dengan mereka. Bahkan sangat dekat. Saat kelas 9 pun, aku tetap duduk di kelas ini (tentunya dengan status kelas 9-1). “Katanya” karena kami anak-anak pilihan (amin), makanya tidak dipisah. Suasana di kelas ini sangat membekas di ingatanku. Bagaimana tidak? Kami sudah melewati 2 tahun sekelas bersama, suka duka bersama, sampai stress bersama hehehe. Di kelas ini pun tak sedikit yang menjadi korban cinta lokasi alias cinlok. Ya, di SMP ini aku dan teman sebayaku mungkin lebih berani dalam hal “suka-sukaan” ini. Tidak seperti saat SD, yang masih malu-malu.
Di SMP ini pun, bisa dibilang aku sangat sibuk terutama dalam bidang organisasi. Aku mengikuti kegiatan OSIS/MPK dan Paskibra. Alhamdulillah, di keduanya aku mendapat kesempatan dan kepercayaan untuk memegang jabatan penting. Aku pernah menjabat sebagai Ketua MPK. Untuk mendapatkan jabatan itu sangat tidak mudah. Banyak rintangan yang harus aku hadapi. Mulai dari seleksi, presentasi + sesi tanya jawab, sampai bina mental. Semuanya aku lalui secara perlahan. Sedangkan di Paskibra, jabatan sebagai Wakil Paskibra pernah aku dapatkan. Sama halnya seperti di OSIS/MPK, di paskib (sebutan akrab Paskibra) aku pun  harus melewati banyak rintangan dahulu. Namun, persyaratan di paskib ini tidak se-ribet di OSIS/MPK hehehe. Walaupun begitu, keduanya tetap aku cintai dan tidak akan pernah bisa aku lupakan.
Tidak hanya memberikan pengalaman tentang pendidikan dan sosial. Namun, sekolah ini pun memberikanku pengalaman yang sangat langka. Cinta. Itulah pengalaman “unik” ku hehehe. Sebut saja dia A. Dia adalah kakak kelasku. Sebenarnya, aku sudah mengenal dia sejak masa-masa MOPD. Dia adalah kakak kelas di gugusku dahulu. Awalnya, kami tidak kenal sama sekali. Tapi melalui  kegiatan OSIS/MPK dan Paskibra inilah aku mulai mengenal dia lebih jauh. Mungkin karena kami sering bertemu dan intens berkomunikasi via sms, kami pun menjai dekat. Setelah melalui masa pendekatan, kami akhirnya pacaran. Namun, pacaran kami sama seperti teman biasa yang hanya menjadikan pacaran ini sebagai motivasi untuk belajar. Tidak lebih.
Saat itu, aku duduk di kelas 7. Sedangkan, dia duduk di kelas 8. Bagiku, dia sudah seperti kakakku sendiri. Dia sangat baik dan memperlakukanku seperti adiknya sendiri. Setelah lima bulan melalui masa itu, akhirnya hubungan kami berakhir. Sebenarnya banyak kesempatan untuk kami kembali pacaran. Namun, aku tolak dengan alasan ingin fokus ke sekolah. Ya, saat itu aku sudah duduk di kelas 8 dan dia kelas 9. Sampai dia lulus pun, hubungan kami masih sama. Hanya teman biasa. Aku pun sudah kelas 9. Aku lebih fokus belajar untuk menyambut UN SMP. Setelah lulus UN SMP, aku melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.

2010 – SMAN 1 Cibinong...

Sebenarnya, sekolah ini bukan menjadi tujuan utamaku. Aku sempat bercita-cita untuk masuk ke SMA negeri terbaik di Kota Bogor. Namun, takdir Allah yang menggariskanku untuk bersekolah disini.  Awalnya aku sempat tidak percaya diri karena ini untuk pertama kalinya aku gagal masuk ke sekolah impianku. Namun, aku selalu berusaha bangkit dan akhirnya aku bisa buktikan itu.
Awal tahun di sekolah ini, aku duduk di kelas X-8. Aku sama sekali canggung dengan teman-teman baru disini. Setelah berjalannya waktu, aku bisa beradaptasi dengan suasana kelas ini. S, A, N, So, B, I, dan W adalah teman dekatku selama aku duduk di kelas ini. Kami pun menamai diri kami dengan sebutan Hujan Badai. Nama Hujan Badai itu berarti kami akan selalu ada satu sama lain walaupun banyak rintangan dan permasalahan yang akan kami hadapi nanti. Itu harapan kami hehehe.
Di kelas ini, aku tidak memiliki kisah cinta lokasi. Ya, setelah lulus SMP aku kembali mempunyai hubungan dengan A, kakak kelasku dulu di SMP. Aku dan dia kembali pacaran dengan jangka waktu yang cukup lama. Makanya, aku tidak memiliki kisah cinta apapun di kelas X-8 ini. Di kelas ini, aku memiliki teman laki-laki yang sering diejek ada affair sama ku. Sebut saja mereka I, H, dan A. Kalau I dengar-dengar dia menyukaiku tetapi aku pun tidak tahu kepastiannya. Sedangkan A sering “dikatain” suka dengan ku karena namanya mirip dengan nama A, kakak kelas SMP ku yang saat itu menjadi pacarku. Bagiku ini sangat menyebalkan tetapi aku sadar, semakin banyak yang mengejekku maka semakin banyak pula kan yang memperhatikanku? hehehe.
Setelah mempertahankan cukup lama akhirnya berakhir juga. Ya itulah kisahku dengan A, kakak kelas SMP ku. Setelah menjalin hubungan kurang lebih satu tahun kurang beberapa hari, akhirnya kami putus. Ya, kami putus hanya beberapa hari menjelang hari jadian kami yang ke satu tahun. Sedih dan menyakitkan bukan?. Awalnya, memang seperti itu namun perlahan aku bisa lupa. Aku pun sedikit demi sedikit bisa move on dari dia. Walaupun dalam waktu yang sangat lama. Dalam kondisi inilah aku sangat beruntung memiliki teman-teman yang perhatian sama ku. Mereka mendengar curhatan bahkan menghiburku. Setiap kejadian buruk dalam hidup kita memang pasti akan ada hikmahnya ya? J
Aku pun naik ke kelas XI. Sekarang aku duduk di kelas XI IPA 1. Alhamdulillah, aku diberi kesempatan untuk bisa merasakan duduk di kelas IPA hehehe. Aku tergolong baru duduk di kelas ini. Baru setengah tahun. Sama seperti halnya di kelas X-8 dahulu, awalnya aku pun sangat canggung masuk kelas ini. Banyak wajah-wajah baru yang tidak pernah ku lihat sebelumnya. Tapi beruntungnya, S, A, dan N teman dekatku di kelas X-8 kembali satu kelas denganku. Tentu saja, kami kembali duduk berdekatan. Awalnya, aku kira kelas ini hanya berisi orang-orang serius yang kutu buku dan susah untuk diajak gokil. Namun, semua persepsi ku hilang setelah mengenal mereka lebih dekat. Berbagai macam jenis menusia ada di kelas ini hehehe. Mulai dari pinter banget, kelas atas/menengah, modern, kuno (?), autis, gokil, gila parah, sampai normal dan biasa-biasa aja pun ada. Aku pun mulai menganggap mereka seperti saudaraku.

Sahabat – Diah, Ulfa, Mita...


Aku sebenarnya punya banyak teman dekat mulai dari perempuan sampai laki-laki. Aku sendiri masih bingung kalau ditanya apa itu sahabat? Dan apa perbedaan antara sahabat dengan teman dekat? Mereka adalah sahabatku saat SMP dahulu. Sebenarnya aku sudah mengenal mereka sejak kelas 7 (Mita: saat di gugus MOPD, sedangkan diah dan ulfa: saat Paskibra). Namun, aku mulai dekat sejak aku kelas 8, tepatnya sejak aku masuk kelas unggulan di SMP ku itu. Sama mereka inilah aku bisa merasakan segala macam rasa. Sedih, senang, gokil, autis, susah, gila, sampai tertawa ngakak. Semuanya bisa aku dapatkan saat aku bersama mereka. Mungkin karena aku sudah lama mengenal mereka.
Diah..
Sahabatku yang satu ini adalah orang yang pertama kali menyadarkanku kalau hidup itu jangan terlalu dibawa serius dan harus lebih banyak tertawa. Dia yang paling gokil diantara kami berempat. Entah otaknya terbuat dari apa. Semua hal kecil yang sama sekali tidak lucu pun bisa menjadi hal terkonyol kalau sudah diolah dengan pikiran dia hehehe. Dia juga suka bingung sama hal apa yang harus dia lakuin. Misalnya, dahulu saat dia ingin mengakhiri hubungannya dengan seseorang, dia bingung sekali sampai harus meminta pendapat kami semua. Itulah Diah..
Ulfa..
Sahabatku ini adalah satu-satunya yang berhijab diantara kami. Tidak jauh berbeda dengan Diah, Ulfa pun memiliki keunikan yang sama. Sama-sama gokil dan gila parah hehehe. Awalnya, aku kira dia ini sangat pendiam. Namun, ternyata malah diam-diam menghanyutkan. Dia ini bisa membagi waktu kapan dia harus serius dan kapan dia harus bercanda. Keunikan Ulfa yang lain, yaitu kepalanya yang sangat bulat apalagi kalau dia memakai jilbab langsung pakai. Rasanya aku seperti ingin langsung mendribblenya ke ring basket hohoho. Itulah Ulfa..
Mita..
Aku sudah lama mengenal sahabatku yang berwujud seperti enci-enci ini. Aku mengenal dia saat aku baru pertama kali masuk SMP. Dia teman satu gugusku dahulu. Kami pun sekelas saat kelas 8 dan menjadi dekat. Dia ini memiliki tampilan luar yang serius tetapi kalau sudah mengenal dia lebih dekat, dia pun bisa melebihi kegokilanku. Dia ini seperti kamus bahasa inggris berjalan. Mengapa? Karena segala macam vocab ada di otaknya. Dia master dalam bahasa inggris. Karena kelebihannya itu, tidak sedikit orang yang iri dengannya. Dalam kondisi seperti ini aku, Diah, dan Ulfa yang selalu menjadi pagar untuk dia. Itulah Mita..
Mereka selalu menjadi tempat untuk menampung semua ceritaku. Mulai dari masalah yang simple sampai masalah cinta. Aku selalu merasa nyaman saat bersama mereka. Rasanya ada yang berbeda yang tidak aku dapatkan saat aku bersama teman dekatku yang lain. Entah apa itu. Sampai saat ini pun aku masih memposisikan mereka sebagai sahabat terbaikku. Aku sangat beruntung memiliki kalian. imissu so much, girls

Hujan Badai – Shabrina, Aidha, Ninis, Opi, Bella, Intan, dan Widi...



Aku mengenal mereka saat aku duduk di kelas X. Pertemanan kami sudah 2 tahun berjalan. Mereka adalah teman dekaktku selama aku kelas X dahulu. Kami selalu bersama. Belajar, bercanda, sholat, dan jajan bareng. Mereka adalah teman-teman keduaku setelah sahabat-sahabatku. Tak jarang, mereka pun menjadi tempat curhatku.
Shabrina..
Dia ini adalah chairmateku sejak kelas X sampai sekarang. Aku pun sampai sekarang masih bingung, mengapa Allah SWT kembali mempersatukan kami dalam kelas yang sama. Semoga ini bukan pertanda kalau kami jodoh (?). Dia ini adalah yang paling tomboy diantara kami. Sebagian besar hal tentang bola ada di memori otaknya. Tidak ada yang berani mengganggu dia kalau dia lagi badmood, karena kalau sampai berani siap-siap saja sakit hati hohoho.
Aidha..
Sama seperti Mita, sahabatku, dia ini juga berwujud enci-enci cina. Bahkan Mita pun kalah hehehe. Dia ini tampak dari luar, berparas jutek. Bahkan sangat jutek. Namun, kalau sudah mengenal lebih dalam, dia tidak kalah asiknya. Dia yang paling males menulis sms panjang alias hanya singkat saja. Tak jarang kami sangat kesal dengan kebiasaan buruknya yang satu ini. Dan anehnya, dia malah menganggap bad habitnya itu sebagai anugerah dari Allah SWT. Sakit bukan?! -_-
Ninis..
Dia adalah teman yang bisa aku ajak kompromi terutama dalam hal hitung-menghitung. Maklum, dia adalah anak guru matematika. Tidak jauh berbeda dengan yang lain, dia juga suka bercanda di luar batas. Tapi nyali dia sangat ciut kalau urusan cinta. Dia itu susah susah gampang ditaklukan laki-laki. Kisah cintanya pun berakhir dengan kurang indah. Bahkan kalau ditanya tentang mantannya, kata “gak tau..” pasti selalu keluar dari mulutnya. Terlalu tertutup dalam masalah cinta.
Opi..
Nama lengkapnya adalah Sofia. Opi adalah panggilan kesayangan kami untuknya. Dia ini bertubuh subur (?) dan yang paling ke-ibuan diantara kami (mungkin karena dia memiliki adik yang banyak). Ada satu sifat yang sangat aku suka dari dia. Dia akan lebih senang kalau salah satu diantara kami ada yang senang dan dia pasti akan lebih sedih kalau ada yang sedih. Ekspresinya dalam menanggapi suatu hal sangat lawak alias lucu sekali.
Bella..
Entah darimana nama Bella bisa menjadi nama panggilannya, karena namanya sama sekali tidak mengandung unsur Bella. Dia ini yang paling bongsor. Dia sangat asik kalau diajak curhat masalah laki-laki (terutama laki-laki yang menjadi idolanya). Ya, dia memiliki idola. Sudah lama dia suka dengan kakak kelas di sekolah. Namun, sayangnya kakak kelas itu sudah memiliki pacar. Sedih memang, tetapi itulah kenyataan pahit yang dialami temanku yang satu ini (poor you, Bel) hihihi
Intan..
Dia ini adalah yang paling imut diantara kami. Suaranya pun hampir mirip seperti suara jangkrik (?), karena suaranya sangat nyaring hohoho. Dia ini juga asik kalau diajak curhat, karena pengalaman cintanya juga tidak jauh berbeda dengan kami, agak terharu kalau mengingatnya hehehe. Walaupun tubuhnya imut, tetapi sikapnya bisa dewasa juga.
Widi..
Dia ini memiliki tubuh yang tambun hehehe. Dia ini siswi pindahan dari jauh. Dahulu, dia SMP di Medan lalu pindah ke Bogor. Entah alasannya kenapa. Dia ini yang paling manja diantara kami. Namun, walaupun begitu, dia sangat peduli sama teman-temannya.

Harapanku...

Itu semua adalah sebagian dari cerita kehidupanku. Masih banyak pengalaman terbaik dan menarik yang tidak aku ceritakan dalam tulisan ini. Rasa lelah dalam menghadapi hidup ini pasti pernah aku alami. Namun, ketika aku kembali mengingat tanggal lahirku, aku kembali bersemangat. Ternyata, aku ini hidup bukan karena terpaksa tetapi karena memang ada yang menginginkanku pada hari itu, yaitu keluargaku. Oleh karena itu, aku selalu bangkit kalau aku terpuruk. Tidak banyak harapan yang ingin aku bilang sama Allah SWT melalui tulisan ini. Aku hanya minta keselamatan dunia akhirat dan ridha untuk hidupku, kedua orang tuaku, adikku, dan semua keluargaku. Perjuanganku belum berakhir. Masih banyak rintangan dan kebahagiaan yang sedang menungguku. Satu pesanku, “Jangan pernah menunduk menghadapi dunia ini. Hadapi dengan senyum dan kepala tegapJ


khansa  – 19.01.13