Minggu, 29 Desember 2013

Pakebon's Gathering

Hari Rabu (25/12) dan Kamis (26/12) kemarin, aku dan keluarga besar berlibur bersama ke Cianjur. Tepatnya masih di sekitar Kabupaten Cisarua, Puncak. Liburan ini memang sudah di rencanakan jauh-jauh hari. Kebetulan juga saudaraku ada yang merayakan Natal. Sudah menjadi kebiasaan tiap tahun kami selalu berpartisipasi memeriahkan acara. Di sana, kami menginap di villa Zeid Riyal, Desa Batu Layang, Kabupaten Cisarua, Puncak.


Villa Zeid Riyal....

Rombongan aku dan keluarga besar berangkat pagi-pagi sekali dari rumah. Setelah subuh kami mulai meninggalkan rumah. Kami sengaja berangkat pagi supaya terhindar dari macet dan tutup jalur (di daerah Puncak biasanya diberlakukan sistem buka tutup jalan). Perjalanan dari rumahku ke villa menghabiskan waktu kurang lebih satu setengah jam. Kami berangkat dari rumah pukul 05.30 dan sampai di villa sekitar pukul 07.00. Alhamdulillah  kami tidak terkena macet. Walaupun kondisi jalan sempat padat merayap.
Setelah cukup lama mencari lokasi villa yang cukup terpencil. Akhirnya, kami sampai di tempat tujuan. Sesampainya disana, suasana villa masih sepi. Rupanya saudara-saudaraku yang lain belum sampai. Baru ada dua rombongan yang touchdown di villa, yaitu rombongan keluargaku dan keluarga Om Ogi. Setelah mendapatkan kunci villa dari penjaga villa, kami segera masuk ke dalam villa. Perasaan antusias sangat aku rasakan saat memasuki villa. Jujur, villa dan suasana di sekitarnya LUAR BIASA BANGET! KEREN! Maaf ya kalau sedikit lebay. Tapi, memang keren banget kok. Gak pake bohong deh.



Villa Zeid Riyal Tampak Depan

Setelah menurunkan barang-barang dari mobil, aku langsung menikmati suasana villa. Dingin dan sejuk. Itulah yang aku rasakan. Oh iya, villa ini gak hanya menyediakan sebatas kamar dan ruangan untuk santai saja. Tapi ada fasilitas lain yang gak kalah bagus. Ada kolam renang, taman bermain untuk anak-anak, musholla, dan lapangan olahraga. Bangunan villa ini juga gak biasa. Ya, villa dengan dua lantai ini dibangun menyerupai rumah panggung yang hampir seluruh dinding dan lantainya terbuat dari kayu. Hayooo bisa dibayangkan kan kayak apa kerennya. Hehehe.
Setelah menunggu cukup lama, satu per satu rombongan keluargaku datang. Mulai dari rombongan keluarga Mbak Meilda, lalu disusul dengan rombongan Tante Wie, rombongan Tante Isma, rombongan Tante Merry, rombongan Om Aji & Om Onu, lalu rombongan Mbak Puri, rombongan Mas Teguh & Mas Bowo, sampai rombongan terakhir, yaitu rombongan Bude Ade dan Mbak Ajeng. Oh iya, masih ada satu rombongan lagi, yaitu rombongan Mbak Anthie. Tapi, mereka sore hari baru berangkat menuju villa. Katanya, ada acara dulu di Senayan, Jakarta. Banyak juga, ya. Namanya juga keluarga besar. Hehehe.




Setelah semua membereskan barang-barang bawaan ke dalam kamar (yang telah ditentukan) masing-masing, kami berkumpul di ruang tengah/ruang keluarga (di lantai satu). Sekitar pukul 14.00 (setelah solat dan makan siang) acara inti pun dimulai. Sebelum menuju ke acara games, ada sambutan (pembukaan acara) dahulu, yang dibawakan oleh Mas Dola. Lalu acara games  gokil pertama pun dimulai. Kami bermain Indonesia Pintar Eat Bulaga. Tahu, kan? Ituloh permainan tebak-tebakan yang lagi booming  banget. Demi apapun, ini lebih kocak daripada yang ada di televisi. Ditambah gak hanya anak-anak mudanya saja yang bermain. Namun, orang dewasa (Bude, Pakde, Tante, dan Om) pun ikut main. Lucu banget liat ekspresi mereka saat berusaha menebak atau pun saat memberikan kata-kata YA, TIDAK, dan BISA JADI. Aku pun menjadi peserta lomba berpasangan dengan Mas Anggar. Acara pertama pun selesai. Lalu dilanjut dengan games  kedua.





Games kedua, yaitu permainan bicara cepat tepat. Jadi tiap peserta lomba di kelompokkan menjadi beberapa grup. Masing-masing grup terdiri dari 3-4 orang dan memiliki kata unik yang berbeda (masing-masing grup). Contoh kata-katanya seperti 1 biru, 2 biru, dan seterusnya sampai 10 biru. Dan kata-kata itu harus diucapkan secara cepat dan tepat. Aku termasuk ke dalam grup dua. Aku sekelompok dengan Dendy dan Dinta, sepupu-sepupuku. Kata cepat tepat yang harus kami ucapkan adalah Satu Sate Tujuh Tusuk sebanyak sepuluh kali. Susah, kan? Awalnya memang susah banget tapi akhirnya aku bisa juga ngucapin kata-kata itu. Walaupun gak terlalu lancar. Hehehe. Selain kata-kata itu, ada kata-kata lain seperti Kecoak Kuaci Cakwe yang juga diucapkan sepuluh kali. Lalu ada juga Kepala Digaruk Kelapa Diparut. Rata-rata karena semua bicaranya terlalu cepat jadi terbalik pengucapannya. Lucu banget loh. Apalagi ada saudaraku yang cadel juga. Hahaha.
Sekitar pukul 16.00 acara break sebentar untuk solat dan bersih-bersih diri (mandi). Karena hujan sudah reda, gak sedikit juga ada yang berenang. Sementara para ibu (Bude, Tante, Mbak, dan sepupu-sepupu lainnya) kumpul di gazebo dekat kolam renang. Sumpaaaaaaaaaaah. Ini seru banget! Sekitar pukul 19.00 acara games selanjutnya dimulai. Games selanjutnya ini khusus untuk para pasutri alias pasangan suami istri. Aku jelas saja bukan peserta dari games ini. Ya iyalah jombs. Hahaha. Mulai dari Mas Agung dan Mbak Echa yang baru married  sampe pasangan Bude Sri sama Pakde Toyo yang bisa dibilang paling sepuh (usia pernikahannya). Hehehe. Permainannya mudah. Para suami dan istri ditempatkan di tempat yang berbeda. Lalu diberikan sepuluh pertanyaan yang harus dijawab bersamaan, kayak hobi, makanan kesukaan, nomor sepatu, ukuran baju, dan sebagainya.
Awalnya sih mungkin gampang, tapiiiiiii setelah di cek jawabannya satu sama lain, banyak yang beda juga ternyata. Ayah dan Ibuku hanya betul enam dari sepuluh pertanyaan. Hemmm, ya lumayan lah. Hehehe. Suasana saat itu makin ramai terutama saat pembacaan jawaban oleh anak-anak mudanya (aku dan sepupu-sepupuku). Ada yang jawabannya ngelantur tapi gak sedikit juga yang jawabannya cocok. Semua tertawa lepas saat mendengar jawaban yang gak cocok. Suasana villa pun makin malam malah makin rame. Hahaha.
Oh iya, sebelum pelaksanaan permainan pasutri, ada acara tiup lilin sejenak dulu nih. Karena lumayan banyak yang berulang-tahun di bulan Desember, jadi diselipkan juga acara kecil ini. Ada Dhanes yang ulang tahun tanggal 21 Desember. Lalu ada Tante Merry-Om Ahmad dan Bude Anna-Pakde Sar yang wedding annive tanggal 14 Desember. Disusul Mbak Anthie-Mas Sunu tanggal 17 Desember. Dan terakhir, Ayah dan Ibu tanggal 18 Desember. Banyak juga, ya. Hehehe.


Setelah permainan pasutri  selesai, acara selanjutnya yaitu acara makan malam dan acara bebas/santai. Selama disana, porsi makan aku kayaknya mulai kalap. Buanyaaaaak banget makanan disana. Gak berhenti ngunyah. Duh kok jadi curhat pribadi, ya? Maaf. Maaf. Oke, tengah malam sudah mulai tumbang. Tapi, ada yang masih asik karaokean (Om Ogi, Tante Isma, Bude Anna, dan Ayah). Ada yang sibuk pesta barbeque-an di gazebo dekat kolam renang (Mas Hans, Mas Bowo, Mas Teguh, Dendy, Rama, Luki, Mas Dola, Mas Dyas, dan sebagainya yang kebanyakan anak-anak cowok). Kalau aku sih nimbrung bantuin makan yang barbeque-an sebentar terus masuk ke kamar deh. Tumbang juga akhirnya.
Keesokan harinya, aku sibuk ngebantuin  para Bude dan Tante nyiapin makanan untuk sarapan. Bolak-balik dari dapur ke gazebo dekat kolam renang. Ya, rencananya memang sarapan di gazebo. Tapi, sebelum sarapan, ada acara yang gak kalah seru, yaitu senam gokil! Hahaha. Senam aerobik gitu sih sebenarnya. Tapi, untuk aku sih lebih ke senam gokil. Soalnya lebih banyak gerakan lucunya daripada gerakan yang benar-benar senam. Hehehe. Tante Isma menjadi instruktur senam kami. Sebelum senam, kami sempat mengambil foto bersama dulu. Oh, iya supaya tambah terlihat kompak, aku dan keluarga besar mengenakan kaos yang seragam loh. Yang perempuan kaos warna merah. Sedangkan, para laki-laki kaos warna hitam. Untuk anak-anak di bawah sepuluh tahun mengenakan kaos warna putih.
Setelah selesai senam dan sarapan, ada acara games (lagi). Ya, kali ini permainan bakiak. Awalnya sih ini permainan yang wajib diikuti para pasutri. Tapi anak-anak muda juga boleh ikutan. Aku pun juga mencoba permainan ini. Walaupun kalah dan kaki terluka sih. Hiks. Setelah itu, ada permainan khusus untuk para anak kecil dibawah sepuluh tahun dan balita. Permainan Kumpul Bola Kumpul Bocah. Permainan ini dilaksanakan di kolam renang. Sistem permainannya, memindahkan/mengambil bola yang ada di kolam renang ke pinggir kolam renang secara cepat. Lucu banget liat tingkah laku keponakan dan sepupuku. Semuanya sangat bersemangat mengambil dan memindahkan bola.



Setelah semua permainan selesai, kami pun siap-siap untuk pulang ke rumah. Semuanya saling berkemas barang-barang bawaan pribadi. Sebelum berkemas, ada pembagian hadiah untuk para pemenang lomba. Selain itu, ada pembagian hadiah natal juga (tradisi tiap tahun keluarga Mbak Ajeng kalau natal). Sebenarnya masih kurang banget liburan disana. Hiks. Masih mau kumpul beberapa hari lagi disana. Tapi apa daya......... #lebay. Sekitar pukul 14.00 (setelah zuhur dan makan siang), kami kembali ke rumah masing-masing. Satu per satu rombongan keluarga berpamitan pulang.




Hemmmmm. Makasih untuk semuanya, dear Pakebon. Makasih untuk Mbak Ajeng dan Om Ruby yang udah rela jadi pembawa acara selama lomba-lomba berlangsung. Makasih untuk Tante Wie yang udah mau survey villa ditengah banyaknya pasien yang harus Tante tangani..... #iniapa. Makasih untuk Bude, Pakde, Tante, Om, Mbak, Mas, Sepupu, dan Keponakan yang udah meramaikan acara gathering  ini. Thanks a lot for a fabulous two days-nya!

1 komentar: